Kontras.id, (Nasional) – Survei Center of Economic and Law Studies (Celios) menggambarkan betapa rumitnya pemerintahan saat ini. Banyak responden mengaku stres selama dua tahun kepemimpinan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.
Hal itu diungkapkan oleh Direktur Eksekutif Celios, Bhima Yudhistira, saat merilis hasil survei dua tahun kepemimpinan Prabowo-Gibran secara daring, Minggu, 11 Oktober 2026.
Tekanan psikologis publik memang menjadi salah satu sorotan dalam survei yang berlangsung dari 15 September hingga 9 Oktober 2026 ini.
Hasilnya, 75 persen dari 1.142 responden masyarakat umum mengaku stres dengan kebijakan Prabowo. Selain itu, sebanyak 67 persen mengaku stres dengan tingkah laku Prabowo.
Bhima menyebut ada tiga faktor penyebab tekanan mental publik dalam dua tahun kepemimpinan Prabowo-Gibran, yakni kenaikan harga bahan pokok, persoalan penegakan hukum, serta sulitnya mencari lapangan pekerjaan.
Gaya Kepemimpinan Tidak Memadai
Survei ini juga menguak ketidakpuasan para ahli terhadap gaya kepemimpinan Prabowo. Sebanyak 71 persen dari 129 ahli yang terlibat dalam survei ini menilai kapasitas kepemimpinan Prabowo tidak memadai.
Ketika ditanya terkait tingkat kekhawatiran terhadap gaya kepemimpinan Prabowo, 83 persen responden mengaku sangat khawatir, dan 10 persen lainnya merasa khawatir.
Baca Juga:
Daftar Menteri Berkinerja Terburuk, Bahlil Peringkat Pertama
Kondisi ini, menurut temuan Celios, berdampak pada basis pemilih Prabowo pada Pemilu 2024 lalu. Sebanyak 55 persen pemilih Prabowo pada pilpres sebelumnya mengaku tidak akan memilihnya lagi pada Pilpres mendatang. Sementara itu, 27 persen masih akan memilih dan 19 persen lainnya mengaku tidak tahu.









