Kontras.id, (Nasional) – Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjadi menteri dengan kinerja terburuk menurut survei Center of Economic and Law Studies (Celios).
Survei yang dirilis secara daring pada Minggu, 11 Oktober 2026, ini merupakan bagian dari penilaian dua tahun kepemimpinan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Sebanyak 129 ahli dan 1.142 masyarakat umum dari berbagai provinsi terlibat dalam survei yang berlangsung dari tanggal 15 September hingga 9 Oktober 2026 ini.
Bahlil dan 9 Menteri Berkinerja Terburuk
Berdasarkan survei tersebut, terdapat sejumlah menteri dengan kinerja terburuk sepanjang dua tahun pemerintahan berjalan. Bahlil berada di posisi pertama dengan skor -159, disusul oleh Menteri HAM Natalius Pigai dengan skor -158, dan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dengan skor -103.
Posisi selanjutnya diisi oleh Kepala BGN Sudaryono dengan skor -47, Menko Pangan Zulkifli Hasan (-43), Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid (-24), Menko PMK Pratikno (-17), Mensos Saifullah Yusuf (-17), Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar (-16), dan Menbud Fadli Zon (-16).
Direktur Eksekutif Celios, Bhima Yudhistira, mengatakan bahwa Bahlil, Pigai, dan Raja Juli Antoni masih masuk ke dalam deretan menteri terburuk seperti tahun sebelumnya.
“Ini sepertinya berkaitan dengan masalah karhutla,” kata Bhima.
Menteri dengan Kinerja Terbaik
Dalam survei tersebut, Celios juga memaparkan menteri dengan kinerja terbaik. Karena survei dilakukan sebelum ada reshuffle, Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menjadi menteri dengan skor kinerja tertinggi, yakni 291.
Di bawah Purbaya, terdapat Mentan Amran Sulaiman (140), Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (127), Menhan Sjafrie Sjamsoeddin (12), Menteri UMKM Maman Abdurrahman (11), Menkes Budi Gunadi Sadikin (8), Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait (6), Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra (6), Mendikdasmen Abdul Mu’ti (5), dan Mendagri Tito Karnavian (4).
Secara umum, nilai kinerja menteri Kabinet Merah Putih sangat rendah. Responden ahli memberikan nilai 2,9 dari 10, sedangkan responden masyarakat umum memberikan nilai 4,7 dari 10.
Nilai Kinerja Prabowo-Gibran di Bawah 5
Bukan hanya para menteri yang mendapat skor rendah, tetapi skor kinerja Prabowo dan Gibran juga hanya berbeda tipis.
Menurut kelompok ahli, skor kinerja Prabowo selama dua tahun hanya 2,8 dari 10. Sementara itu, menurut masyarakat umum, nilai kinerja Prabowo adalah 4,6 dari 10.
Nilai kinerja Gibran justru lebih rendah di mata responden ahli, yakni hanya 2,2 dari 10. Namun, di mata responden masyarakat umum, kinerja Gibran sedikit lebih baik daripada Prabowo yakni 4,9 dari 10.








