Example floating
Example floating
AdvertorialDaerah

HUT ke-70, SUCOFINDO Bangun 70 Sumur Bor, Warga Bintauna Boltara Dapat Bagian

×

HUT ke-70, SUCOFINDO Bangun 70 Sumur Bor, Warga Bintauna Boltara Dapat Bagian

Sebarkan artikel ini
Bintauna Boltara
Sumur bor yang dibangun PT SUCOFINDO (Persero) di Kelurahan Bintauna, Kecamatan Bintauna, Kabupaten Boltara, Sulawesi Utara,(foto Istimewa).

Kontras.id, (Boltara) – Tujuh dekade perjalanan PT SUCOFINDO (Persero) tidak hanya dirayakan dengan seremoni. Di usia ke-70, perusahaan tersebut memilih menghadirkan manfaat yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat melalui pembangunan 70 titik sumur bor di berbagai wilayah Indonesia.

Salah satu titik pembangunan itu berada di Kelurahan Bintauna, Kecamatan Bintauna, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara), Sulawesi Utara. Sumur bor tersebut dibangun di kawasan Masjid Al-Ikhlas dan kini dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan air bagi jamaah serta masyarakat sekitar.

Fasilitas tersebut digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari berwudu, menjaga kebersihan masjid, hingga mendukung aktivitas keagamaan yang berlangsung di lingkungan Masjid Al-Ikhlas.

Pembangunan 70 sumur bor itu merupakan bagian dari kontribusi sosial SUCOFINDO dalam momentum peringatan HUT ke-70 perusahaan. Angka 70 tidak hanya menjadi penanda perjalanan bisnis, tetapi juga diterjemahkan menjadi program yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.

Di tengah kebutuhan terhadap akses air yang layak, keberadaan sarana air bersih memiliki arti penting, terutama bagi fasilitas publik dan tempat ibadah. Program tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat yang masih membutuhkan dukungan terhadap ketersediaan sarana air.

Bagi SUCOFINDO, perhatian terhadap kebutuhan masyarakat menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan tanggung jawab sosial dan lingkungan. Komitmen itu diarahkan pada program yang tidak hanya memberikan manfaat sesaat, tetapi juga dapat digunakan secara berkelanjutan.

Saat ini, SUCOFINDO dipimpin Sandry Pasambuna sebagai Direktur Utama. Di bawah kepemimpinannya, perusahaan terus memperkuat pelaksanaan program tanggung jawab sosial dan lingkungan yang diarahkan untuk memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan lingkungan.

Di Bintauna, manfaat program tersebut mulai dirasakan jamaah Masjid Al-Ikhlas. Kehadiran sumur bor dinilai mempermudah kebutuhan air untuk ibadah sekaligus membantu menjaga kebersihan lingkungan masjid.

Warga Kelurahan Bintauna, Ham Mamonto, mengapresiasi kontribusi SUCOFINDO melalui pembangunan sarana air tersebut.

“Bantuan ini sangat membantu kebutuhan jamaah dan masyarakat. Kami mengapresiasi PT SUCOFINDO yang telah memberikan perhatian kepada masyarakat Bintauna. Semoga kepedulian seperti ini dapat terus dilanjutkan,” ujar Ham, Minggu 06/09/2026.

Menurut Ham, pembangunan sumur bor tersebut menunjukkan bahwa kontribusi dunia usaha dapat diarahkan pada kebutuhan yang benar-benar bersentuhan dengan kehidupan masyarakat sehari-hari.

Apresiasi serupa disampaikan Pemerintah Kelurahan Bintauna. Lurah Bintauna, Irfan Bagong berharap fasilitas yang telah dibangun dapat dirawat dengan baik sehingga manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang.

“Alhamdulillah, atas nama masyarakat Bintauna, kami menyampaikan terima kasih kepada PT SUCOFINDO atas bantuan sarana air bersih untuk Masjid Al-Ikhlas,” ujar Irfan.

Menurutnya, keberadaan sumur bor bukan hanya membantu jamaah saat menjalankan ibadah. Sarana tersebut juga dapat menunjang kebersihan masjid serta berbagai kegiatan masyarakat yang berlangsung di lingkungan sekitar.

Sumur bor di Bintauna menjadi satu dari 70 titik fasilitas air yang dihadirkan SUCOFINDO dalam rangkaian peringatan HUT ke-70 perusahaan.

Angka 70 akhirnya tidak berhenti sebagai simbol usia. Melalui program tersebut, angka itu diwujudkan menjadi puluhan titik fasilitas yang diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di berbagai daerah Indonesia.

Bagi masyarakat Bintauna, manfaat itu kini hadir dalam bentuk sebuah sumur bor di Masjid Al-Ikhlas. Sederhana bentuknya, tetapi penting fungsinya bagi kebutuhan jamaah dan masyarakat sekitar.

Di usia ke-70, SUCOFINDO menunjukkan bahwa perjalanan panjang sebuah perusahaan tidak hanya dapat diukur dari usia dan capaian bisnis. Lebih jauh, perjalanan itu dapat meninggalkan jejak yang berarti ketika diwujudkan menjadi manfaat yang digunakan dan dirasakan langsung oleh masyarakat.

Share:  
Example 120x600