Kontras.id, (Gorontalo) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gorontalo melihat perpaduan aktivitas keagamaan dengan sektor pariwisata sebagai peluang untuk membangun masyarakat sekaligus menghidupkan potensi ekonomi desa.
Pandangan itu disampaikan Bupati Gorontalo Sofyan Puhi ketika menghadiri pelaksanaan Wisata Dakwah Muhammadiyah ke-3 di kawasan Objek Wisata Embung Hutadaa, Desa Hutadaa, Kecamatan Talaga Jaya, Sabtu 05/09/2026.
“Visi Pemkab Gorontalo adalah Restorasi Kabupaten Gorontalo Berkemajuan dan Berkelanjutan. Kata ‘berkemajuan’ ini sejalan dengan nilai-nilai perjuangan Muhammadiyah. Kami fokus pada pembangunan Sumber Daya Manusia yang beragama, berbudaya, unggul, dan kompetitif,” ujar Sofyan.
Menurut Sofyan, kegiatan yang memadukan dakwah dan wisata dapat menjadi ruang perjumpaan masyarakat. Selain memperkuat hubungan sosial, kegiatan tersebut dinilai mampu memperkenalkan destinasi lokal kepada masyarakat lebih luas.
“Konsep dakwah yang dikombinasikan dengan wisata dapat menjadi ruang silaturahmi sekaligus mengenalkan potensi daerah,” ujar Sofyan.
Ia menilai pembangunan manusia tidak cukup hanya dilakukan melalui pembangunan sarana dan prasarana. Penguatan nilai keagamaan dan karakter masyarakat juga menjadi bagian penting dalam membangun daerah.
“Pembangunan tidak hanya berbicara mengenai infrastruktur, tetapi juga bagaimana membangun mental dan kehidupan keagamaan masyarakat,” kata Sofyan.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sofyan juga menyerahkan sejumlah paket bantuan sosial kepada masyarakat. Bantuan itu menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Wisata Dakwah Muhammadiyah ke-3 yang digelar di kawasan wisata tersebut.
“Bantuan sosial ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah kepada masyarakat dan diharapkan dapat memberikan manfaat bagi penerimanya,” ujarnya.
Pemkab Gorontalo berharap kegiatan serupa tidak berhenti sebagai agenda seremonial. Pemerintah daerah mendorong agar wisata dakwah dapat terus dikembangkan dengan melibatkan masyarakat dan mengoptimalkan potensi desa.
“Kami berharap kegiatan seperti ini terus dikembangkan sehingga memberikan manfaat bagi kehidupan sosial, keagamaan, maupun ekonomi masyarakat desa,” kata Sofyan.
Menurutnya, pengembangan kawasan wisata yang dibarengi kegiatan masyarakat dapat membuka ruang ekonomi baru. Desa tidak hanya menjadi lokasi kegiatan, tetapi juga dapat memperoleh manfaat dari tumbuhnya aktivitas wisata.
“Wisata desa harus mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar dengan tetap menjaga nilai-nilai budaya dan keagamaan,” ujar Sofyan.
Kegiatan Wisata Dakwah Muhammadiyah ke-3 tersebut turut dihadiri jajaran Forkopimda Kabupaten Gorontalo, Sekretaris Daerah, serta jajaran Pimpinan Wilayah dan Pimpinan Daerah Aisyiyah Provinsi dan Kabupaten Gorontalo.
“Sinergi pemerintah, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat menjadi bagian penting untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan,” tandas Sofyan.














