Example floating
Example floating
AdvertorialDaerahKesehatan

Gubernur Gusnar Teken Komitmen Nasional Percepatan Eliminasi Kusta, Dinkes P2KB Siapkan Tindak Lanjut

×

Gubernur Gusnar Teken Komitmen Nasional Percepatan Eliminasi Kusta, Dinkes P2KB Siapkan Tindak Lanjut

Sebarkan artikel ini
Pencegahan kusta
Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail berfoto bersama Kepala Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo Anang S. Otoluwa, Sekretaris Dinas Jeane Istanti Dalie, dan Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Erni Nuraini Mansur usai penandatanganan Komitmen Nasional Percepatan Eliminasi Kusta pada Konferensi Nasional Kusta di Jakarta, Jumat (10/7/2026). (Foto: istimewa)

Kontras.id, (Jakarta) – Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menandatangani komitmen nasional percepatan eliminasi kusta bersama 37 gubernur se-Indonesia pada Konferensi Nasional Kusta bertema Percepatan Eliminasi Kusta: Komitmen Indonesia, Kolaborasi Global di Jakarta, Jumat (10/7/2026).

Usai penandatanganan, Pemerintah Provinsi Gorontalo langsung menyiapkan langkah tindak lanjut melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo guna mempercepat pencapaian target eliminasi kusta di daerah.

Penandatanganan komitmen tersebut menjadi wujud keseriusan pemerintah daerah dalam mendukung percepatan eliminasi kusta melalui penguatan kebijakan, pendanaan, serta kolaborasi lintas sektor.

Konferensi Nasional Kusta dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia Pratikno, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, serta WHO Goodwill Ambassador for Leprosy Elimination Yohei Sasakawa.

Pada kesempatan itu, Kepala Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo Anang S. Otoluwa turut mendampingi Gubernur Gorontalo selama rangkaian kegiatan konferensi. Kehadiran Dinkes P2KB menjadi bagian dari upaya memastikan komitmen yang telah disepakati dapat segera ditindaklanjuti di tingkat daerah.

Anang menjelaskan, komitmen yang ditandatangani Gubernur Gorontalo mencakup sejumlah poin penting, di antaranya memimpin langsung seluruh elemen masyarakat dalam percepatan eliminasi kusta, memastikan terbitnya Peraturan Gubernur dan Rencana Aksi Daerah (RAD) Kusta beserta strategi dan indikator kinerja, menetapkan eliminasi kusta sebagai prioritas dalam dokumen perencanaan dan penganggaran daerah, mengurangi stigma terhadap penyandang kusta, menjamin akses layanan kesehatan bagi seluruh penderita, memastikan ketersediaan sumber daya manusia yang memadai dan berkelanjutan, mendorong pemerintah kabupaten/kota melalui supervisi yang berkesinambungan, serta mencapai target penemuan kasus kusta sebesar 70 persen.

Usai penandatanganan komitmen, Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail langsung menginstruksikan Kepala Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo untuk berkoordinasi dengan Kepala Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bapppeda) Provinsi Gorontalo agar dukungan anggaran bagi program eliminasi kusta dan tuberkulosis (TBC) dimasukkan dalam dokumen perencanaan dan penganggaran daerah.

Arahan tersebut menjadi bentuk komitmen nyata Pemerintah Provinsi Gorontalo dalam memastikan program eliminasi penyakit menular prioritas mendapat dukungan kebijakan dan pembiayaan yang berkelanjutan.

“Penandatanganan komitmen ini menjadi bukti nyata bahwa Gorontalo siap mengambil peran aktif dalam mempercepat eliminasi kusta melalui kerja bersama seluruh pemangku kepentingan,” ujar Anang.

Ia menambahkan, arahan langsung Gubernur menjadi penguat bagi seluruh perangkat daerah untuk bergerak cepat dalam mengintegrasikan program eliminasi kusta dan TBC ke dalam kebijakan pembangunan daerah.

“Kami segera menindaklanjuti arahan Bapak Gubernur dengan berkoordinasi bersama Bapppeda agar program eliminasi kusta dan TBC memperoleh dukungan perencanaan serta penganggaran yang memadai demi tercapainya target nasional,” kata Anang.

Melalui komitmen bersama tersebut, Pemerintah Provinsi Gorontalo optimistis target eliminasi kusta dapat dicapai secara bertahap dan berkelanjutan. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, lintas sektor, serta partisipasi aktif masyarakat diharapkan menjadi kekuatan utama dalam mewujudkan Gorontalo yang bebas kusta sekaligus mendukung percepatan eliminasi tuberkulosis demi meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Share:  
Example 120x600