Kontras.id, (Gorontalo) – Penyelundupan 77 karung sianida ilegal asal Filipina yang berhasil digagalkan Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Gorontalo diduga akan diedarkan ke aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI).
Sianida ilegal yang diangkut menggunakan kapal tunda (tugboat) tanpa nama tersebut diamankan di perairan Gorontalo Utara, pada Kamis, 23 April 2026, sekitar pukul 01.40 WITA.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, bahan kimia berbahaya itu diduga akan disalurkan ke sejumlah lokasi PETI di wilayah Gorontalo, seperti Kabupaten Bone Bolango, Pohuwato, Boalemo, Kabupaten Gorontalo, hingga Gorontalo Utara.
Bahkan, tidak menutup kemungkinan turut diedarkan ke wilayah PETI di Provinsi Sulawesi Utara dan Sulawesi Tengah, mengingat letaknya yang berbatasan langsung dengan Gorontalo.
Meski demikian, Direktur Polairud (Dirpolairud) Polda Gorontalo, Kombes Pol. Devy Firmansyah menegaskan pihaknya belum dapat memastikan tujuan akhir penggunaan bahan berbahaya tersebut.
“Saya tidak tahu, digunakan untuk apa,” ujar Devy saat ditanya wartawan pada konferensi pers, Rabu 06/05/2026.
Namun demikian, ia tidak menampik adanya dugaan kuat bahwa sianida tersebut akan dimanfaatkan dalam aktivitas pertambangan emas ilegal. Hal ini mengingat sianida dikenal sebagai bahan kimia yang umum digunakan untuk memisahkan emas dari batuan atau tanah.
“Tapi yang jelas, kalau kita lihat dibeberapa literasi seperti Google, dia (sianida) sebagai alat pemisah. Jadi kuat dugaannya mungkin akan dipergunakan untuk penambangan emas, tapi kita belum tahu akan didistribusikan kemana,” tandas Devy.
Baca Juga: Polda Gorontalo Gagalkan Penyelundupan 77 Karung Sianida Ilegal Asal Filipina
Sebelumnya, Ditpolairud Polda Gorontalo berhasil menggagalkan penyelundupan 77 karung sianida ilegal yang diduga berasal dari Filipina. Penindakan dilakukan di perairan sekitar Desa Telihitu, Kecamatan Monano, Kabupaten Gorontalo Utara.
Dirpolairud Kombes Pol. Devy Firmansyah mengungkapkan, penangkapan berlangsung pada Kamis, 23 April 2026, sekitar pukul 01.40 WITA. Operasi ini bermula dari informasi adanya kapal yang masuk melalui jalur laut Gorontalo Utara dengan dugaan membawa bahan kimia berbahaya jenis sianida.
“Dimana kapal ini berlayar dari Filipina menuju ke perairan Gorontalo. Kemudian setelah kami lakukan pengecekan, ternyata betul,” ungkap Devy kepada awak media pada konferensi pers, Rabu (06/05/2026).
Beranda
News
Daerah
Sianida dari Filipina Disita Polda Gorontalo, Diduga Akan Disuplai Ke Pertambangan Emas Ilegal
Sianida dari Filipina Disita Polda Gorontalo, Diduga Akan Disuplai Ke Pertambangan Emas Ilegal
Redaksi2 min baca
Share:














