Kontras.id, Boltara – Pergantian kepemimpinan di Kecamatan Bintauna, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara), berlangsung khidmat dan sarat nilai budaya, Kamis 07/05/2026.
Serah terima jabatan (Sertijab) dan pisah sambut Camat Bintauna dari Sarwo Eddy Posangi kepada Arif Djahala turut diwarnai prosesi adat “Monintao Kumokunturo Vovato Bintauna”, tradisi adat yang menjadi simbol pengangkatan dan penghormatan kepada camat baru.
Kegiatan yang berlangsung di Kantor Kecamatan Bintauna itu menjadi bentuk penghormatan masyarakat adat terhadap estafet kepemimpinan pemerintahan di wilayah tersebut.
Prosesi adat dihadiri unsur Forkopimcam, pemerintah desa, tokoh masyarakat, tenaga kesehatan, hingga jajaran pemerintah kecamatan.
Dalam sambutannya, camat lama Sarwo Eddy Posangi menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang selama ini mendukung jalannya pemerintahan di Kecamatan Bintauna.
Ia mengungkapkan, selama kurang lebih empat tahun memimpin, berbagai dinamika dan tantangan berhasil dilalui bersama seluruh elemen pemerintah kecamatan maupun pemerintah desa.
“Terima kasih kepada semua yang hadir dan telah bersama membantu saya selama kurang lebih empat tahun memimpin roda pemerintahan di Kecamatan Bintauna,” ujar Sarwo.
Sarwo juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama masa kepemimpinannya masih terdapat kekurangan maupun hal-hal yang kurang berkenan di tengah masyarakat dan jajaran pemerintahan.
Suasana haru pun sempat menyelimuti kegiatan ketika dirinya berpamitan kepada para kepala desa, ASN, serta masyarakat yang hadir. Sementara itu, Camat Bintauna yang baru, Arif Djahala, menyampaikan apresiasi kepada pendahulunya atas dedikasi dan pengabdian selama menjabat.
Menurut Arif, fondasi kerja yang telah dibangun Sarwo Eddy Posangi menjadi modal penting untuk melanjutkan pembangunan dan meningkatkan pelayanan publik di Kecamatan Bintauna.
“Saya mengucapkan selamat mengemban amanah dan tugas baru serta terima kasih atas pengabdian dan kebersamaan selama ini dalam menjalankan roda pemerintahan di Kecamatan Bintauna,” kata Arif.
Arif juga berharap seluruh kepala desa dan jajaran pemerintah kecamatan terus memperkuat sinergi dalam menjalankan program kerja dan pelayanan kepada masyarakat. Ia menegaskan, tantangan pemerintahan ke depan membutuhkan kerja sama dan kekompakan seluruh unsur pemerintahan hingga tingkat desa.
“Ke depan mari kita bersama-sama melanjutkan program dan pelayanan kepada masyarakat agar semakin baik,” tandas Arif.
Tradisi Monintao Kumokunturo Vovato Bintauna dinilai bukan sekadar seremoni, melainkan simbol penghormatan adat terhadap pemimpin yang datang maupun pemimpin yang meninggalkan amanah.
Usai prosesi adat, kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara serah terima jabatan sebagai penanda resmi pergantian kepemimpinan di Kecamatan Bintauna.










