Kontras.id, (Boltara) – Bupati Bolaang Mongondow Utara (Boltara), Dr. Sirajudin Lasena, SE., M.Ec.Dev, memaparkan secara terbuka capaian kinerja daerah sepanjang tahun 2025 dalam rapat paripurna DPRD, Senin 30/03/2026. Forum ini menjadi ruang strategis untuk menyampaikan data pembangunan sekaligus mengevaluasi arah kebijakan pemerintah daerah.
Dalam sidang yang berlangsung di ruang paripurna DPRD Boltara, Sirajudin menyampaikan berbagai indikator penting yang menunjukkan perkembangan positif. Meski begitu, ia juga menegaskan masih ada sejumlah sektor yang perlu dibenahi agar pembangunan berjalan lebih merata.
Salah satu indikator utama yang disoroti adalah Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Pada tahun 2025, IPM Boltara tercatat sebesar 72,28 poin, meningkat dari 71,66 poin pada tahun sebelumnya.
Peningkatan tersebut mencerminkan adanya kemajuan di sektor pendidikan, kesehatan, serta daya beli masyarakat. Pemerintah daerah menilai program-program yang dijalankan mulai memberikan dampak nyata terhadap kualitas hidup warga.
Di sektor ekonomi, pertumbuhan daerah juga menunjukkan tren yang positif. Sepanjang tahun 2025, ekonomi Boltara tumbuh sebesar 5,29 persen, meningkat dibandingkan tahun 2024 yang berada di angka 5,12 persen.
Namun demikian, kontribusi Boltara terhadap perekonomian Provinsi Sulawesi Utara justru mengalami sedikit penurunan, dari 1,89 persen menjadi 1,88 persen.
“Ini menjadi perhatian kita bersama. Artinya, ada sektor yang harus lebih didorong agar daya saing daerah semakin kuat,” tegas Sirajudin.
Dari sisi kesejahteraan, angka kemiskinan di Boltara berhasil ditekan menjadi 7,15 persen pada tahun 2025, turun dari 7,88 persen pada tahun sebelumnya.
Tingkat pengangguran terbuka juga mengalami penurunan, dari 4,10 persen menjadi 4,07 persen, menunjukkan adanya perbaikan kondisi ketenagakerjaan.
Selain itu, ketimpangan pendapatan yang diukur melalui gini ratio juga mengalami perbaikan, dari 0,345 pada 2024 menjadi 0,338 pada 2025. Hal ini menandakan distribusi pendapatan masyarakat mulai lebih merata.
Dari aspek fiskal, kinerja pendapatan daerah hampir mencapai target yang ditetapkan. Dari target Rp610,7 miliar, realisasi pendapatan mencapai Rp609 miliar atau sekitar 99,72 persen.
Capaian tersebut menunjukkan pengelolaan keuangan daerah berjalan efektif sesuai dengan perencanaan. Sementara itu, realisasi belanja daerah mencapai Rp590,3 miliar dari target Rp633 miliar atau sekitar 93,26 persen.
Meski tingkat penyerapan anggaran tergolong tinggi, Sirajudin menekankan pentingnya peningkatan kualitas belanja agar lebih tepat sasaran dan berdampak langsung bagi masyarakat.
“Ke depan, bukan hanya soal penyerapan, tapi bagaimana anggaran benar-benar berdampak langsung bagi masyarakat,” ujar Sirajudin.
Sirajudin juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh elemen masyarakat atas kontribusi dalam pembangunan daerah, serta kepada DPRD Boltara yang terus memberikan dukungan dan masukan.
Ia menilai, sinergi antara eksekutif dan legislatif menjadi faktor penting dalam mewujudkan pemerintahan yang efektif, transparan, dan akuntabel.
Rapat paripurna tersebut turut dihadiri pimpinan dan anggota DPRD Boltara, Wakil Bupati Moh. Aditya Pontoh, unsur Forkopimda atau perwakilan, jajaran OPD, serta para camat.














