Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
AdvertorialDaerahEkonomiPemerintahan

BUMDes Kopi Melejit, Usaha Telur Dongkrak Ekonomi Desa di Boltara

×

BUMDes Kopi Melejit, Usaha Telur Dongkrak Ekonomi Desa di Boltara

Sebarkan artikel ini
Sirajudin Lasena
Bupati Bolaang Mongondow Utara (Boltara), Sirajudin Lasena saat meninjau langsung kandang ayam petelur BUMDes Kopi, Kecamatan Bintauna,(foto Fikrianto/Kontras.id).

Kontras.id, (Boltara) – Dari kandang sederhana, lahir sumber pendapatan baru yang menjanjikan bagi desa. Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kopi, Kecamatan Bintauna, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara) kini menjelma menjadi kekuatan ekonomi lokal, seiring pesatnya perkembangan usaha telur yang dikelola dalam waktu relatif singkat.

Dalam dua bulan terakhir, usaha ayam petelur yang dijalankan BUMDes Kopi menunjukkan pertumbuhan signifikan. Produksi telur telah mencapai ratusan butir per hari, dengan tren yang stabil bahkan terus meningkat.

Tak hanya mencukupi kebutuhan masyarakat setempat, hasil produksi telur juga mulai menembus pasar di wilayah sekitar. Kondisi ini menjadi indikasi kuat bahwa produk BUMDes Kopi semakin diterima dan dipercaya oleh konsumen.

Kepala Desa Kopi, Sulaeman Muhammad menjelaskan bahwa pencapaian tersebut merupakan hasil dari pembenahan manajemen serta peningkatan kualitas produksi.

“Kami benahi pola perawatan dan kualitas pakan. Itu yang membuat produksi stabil dan terus naik,” ujar Sulaeman kepada Kontras.id, Kamis 26/03/2026.

Dari sisi finansial, capaian BUMDes Kopi terbilang menonjol. Saat ini, usaha tersebut mampu menghasilkan pendapatan bersih berkisar antara Rp15 hingga Rp16 juta setiap bulan.

Angka ini dinilai cukup besar untuk ukuran usaha desa yang masih tergolong baru. Bahkan, model bisnis yang dijalankan mulai dilirik sebagai contoh nyata pengelolaan potensi lokal menjadi sumber ekonomi berkelanjutan.

“Ini baru permulaan. Ke depan kami optimistis bisa jauh lebih besar,” kata Sulaeman.

Untuk menjaga momentum pertumbuhan, BUMDes Kopi kini tengah menyiapkan langkah ekspansi. Salah satu strategi utama yang dilakukan adalah menambah jumlah ayam petelur guna meningkatkan kapasitas produksi. Langkah tersebut diharapkan mampu mendongkrak volume penjualan sekaligus memperkuat posisi di pasar lokal.

“Kalau produksi naik, pendapatan desa juga ikut naik. Dampaknya langsung ke masyarakat,” jelas Sulaeman.

Keberhasilan ini turut menarik perhatian Bupati Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin Lasena. Dalam kunjungannya, ia mengaku terkesan dengan perkembangan pesat yang ditunjukkan BUMDes Kopi.

“Ini bukti nyata. Kalau dikelola serius, BUMDes bisa jadi motor penggerak ekonomi desa,” tegas Sulaeman.

Ia menilai, capaian tersebut layak dijadikan role model bagi desa-desa lain di Boltara dalam mengembangkan potensi ekonomi berbasis lokal. Pemerintah daerah pun memastikan akan terus memberikan dukungan, mulai dari pelatihan manajemen usaha, penyediaan sarana produksi, hingga kemudahan akses permodalan.

Upaya ini merupakan bagian dari strategi mendorong kemandirian desa sekaligus memperkuat fondasi ekonomi dari tingkat bawah. Dengan sinergi yang terus dibangun, BUMDes diharapkan mampu menjadi tulang punggung ekonomi desa yang berkelanjutan.

BUMDes Kopi telah membuktikan bahwa desa bukan sekadar penerima program, tetapi juga mampu menciptakan peluang. Dari usaha telur, lahir perputaran ekonomi. Dari kandang sederhana, tumbuh harapan baru. Dan dari desa, kebangkitan ekonomi dapat terwujud secara nyata.

Share:  
Example 120x600