Kontras.id, (Gorontalo) – Klaim keberhasilan penindakan terhadap pertambangan emas tanpa izin (PETI) di Kabupaten Pohuwato tampaknya belum sepenuhnya mampu meredam aktivitas tambang ilegal.
Di balik narasi operasi besar-besaran yang digaungkan aparat, puluhan alat berat justru masih terlihat leluasa bekerja di kawasan PETI Dusun Butato, Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia.
Pantauan Kontras.id di lokasi menunjukkan sedikitnya sekitar 40 unit alat berat jenis ekskavator masih aktif mengeruk material tambang. Deru mesin terdengar nyaring, lalu-lalang alat berat berlangsung tanpa tanda-tanda kekhawatiran akan adanya penertiban ataupun penindakan hukum.
Pemandangan ini menghadirkan ironi tersendiri. Di saat aparat kepolisian mengumumkan capaian penegakan hukum yang disebut-sebut sebagai langkah tegas terhadap praktik tambang ilegal, aktivitas di lapangan justru seolah memperlihatkan cerita berbeda.
Kapolres Pohuwato, AKBP Busroni, sebelumnya mengklaim telah memimpin operasi penindakan besar terhadap PETI sejak menjabat pada 12 Maret 2025. Bahkan, operasi yang digelar selama enam hari berturut-turut, sejak 5 hingga 10 Januari 2026, disebut sebagai salah satu catatan penting dalam upaya pemberantasan tambang ilegal di wilayah tersebut.
Dalam operasi itu, Polres Pohuwato melaporkan berhasil mengamankan 13 unit alat berat, puluhan mesin alkon, serta ratusan perlengkapan tambang lainnya. Sebuah capaian yang di atas kertas tentu patut diapresiasi sebagai bentuk keseriusan aparat menjaga marwah hukum.
Namun pertanyaannya, jika operasi besar itu benar-benar memberi efek gentar, mengapa puluhan ekskavator masih bisa kembali ‘menari’ bebas di Butato?
Baca Juga: Jejak Penegakan PETI Kapolres Pohuwato: 13 Alat Berat Disita, 12 Tersangka PETI Diproses
Kontras.id telah berupaya meminta tanggapan langsung dari Kapolres Pohuwato, AKBP Busroni, melalui pesan WhatsApp sejak Jumat 08/05/2026, guna mengonfirmasi temuan tersebut dan meminta penjelasan terkait aktivitas alat berat yang masih berlangsung.
Namun hingga berita ini ditulis pada Sabtu 09/05/2026, belum ada respons ataupun klarifikasi yang diberikan. Sementara itu, di Butato, suara mesin ekskavator tampaknya masih terus berbicara lebih lantang daripada klaim penindakan yang telah diumumkan.














