Kontras.id, (Gorontalo) – Dugaan praktik judi berkedok permainan ketangkasan yang meramaikan pasar malam dan wahana hiburan di Lapangan Basulapa mendapat tanggapan dari Kepala Desa (Kades) Isimu Selatan, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo, Iwus H. Madja.
Iwus mengaku belum mengetahui secara pasti adanya aktivitas permainan ketangkasan tersebut. Ia menjelaskan bahwa dirinya tidak sempat menghadiri pembukaan pasar malam karena bertepatan dengan kegiatan lain yang juga diikutinya di lokasi berbeda.
“Tadi malam pembukaan saya tidak kesitu (pasar malam), cuma hadir di acara pembukaan lomba gebar ketupat di lapangan karya satria,” ujar Iwus via pean whatsaap, Kamis 02/04/2026.
Ia menegaskan akan segera menelusuri informasi tersebut dengan melakukan konfirmasi langsung kepada pihak penyelenggara wahana hiburan.
“Pagi ini saya konfirmasi kemilik Hoya,” ujar Iwus.
Saat ditanya terkait izin operasional, Iwus menegaskan bahwa pemerintah desa tidak pernah memberikan izin untuk aktivitas permainan ketangkasan yang mengarah pada praktik perjudian.
“Tidak ada izin ketangkasan, cuma izin hiburan Hoya dari desa,” ungkap Iwus.
Baca Juga: Diduga Judi Berkedok Ketangkasan Marak di Pasar Malam Tibawa Gorontalo
Sebelumnya, dugaan adanya arena judi berkedok permainan ketangkasan mencuat di tengah berlangsungnya pasar malam di Lapangan Basulapa, Desa Isimu Selatan, Kecamatan Tibawa.
Berdasarkan pantauan Kontras.id pada Rabu malam, 1 April 2026, sejumlah permainan seperti lempar gelang, tebak angka, dan jenis lainnya terlihat beroperasi secara terbuka di area pasar malam.
Permainan tersebut tidak hanya menarik minat pengunjung dewasa, tetapi juga diikuti anak-anak di bawah umur yang turut menikmati suasana hiburan malam.
Kondisi ini memicu kekhawatiran publik, mengingat permainan yang ditawarkan diduga mengandung unsur perjudian terselubung di balik konsep hiburan yang disajikan.














