Kontras.id, (Gorontalo) – Pemerintah Provinsi Gorontalo kembali menorehkan capaian membanggakan di bidang kesehatan, khususnya dalam program pengendalian malaria. Berdasarkan evaluasi indikator program penanggulangan malaria tahun 2025, Gorontalo berhasil meraih posisi teratas secara nasional dengan nilai sempurna 100 persen.
Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo, Anang S. Otoluwa, menyampaikan hal tersebut usai mengikuti Apel Kerja yang dirangkaikan dengan Halalbihalal di lingkungan Pemerintah Provinsi Gorontalo, Senin (30/03/2026).
Pencapaian ini menempatkan Gorontalo di urutan pertama dari 38 provinsi di Indonesia. Posisi tersebut mengungguli Nusa Tenggara Barat yang mencatatkan nilai 98,62 persen, serta Sulawesi Selatan dengan capaian 98,29 persen.
Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari performa maksimal pada delapan indikator utama dalam program eliminasi malaria. Hampir seluruh indikator strategis mencatatkan hasil optimal, seperti kelengkapan laporan, konfirmasi laboratorium, pemberian pengobatan sesuai standar, notifikasi penyelidikan epidemiologi (PE) di wilayah eliminasi dan rendah, hingga pemetaan wilayah reseptif.
“Angka-angka ini menunjukkan bahwa sistem surveilans dan pelayanan malaria di Gorontalo berjalan sangat presisi, terintegrasi, dan tanpa celah,” ujar Anang.
Selain itu, capaian di sektor deteksi dini juga menunjukkan hasil yang signifikan. Pemeriksaan terhadap target bahkan melampaui hingga 228 persen, yang mencerminkan intensitas kerja tenaga kesehatan dalam menemukan kasus di lapangan. Di sisi lain, tingkat positivity rate (PR) tetap berada pada angka rendah, yakni 0,72 persen, menandakan efektivitas skrining yang dilakukan secara luas.
Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui Dinkes P2KB menilai keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama berbagai pihak, mulai dari tenaga kesehatan di tingkat desa hingga provinsi, serta meningkatnya partisipasi masyarakat dalam melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.
Capaian ini juga menjadi gambaran kinerja Pemerintah Provinsi Gorontalo di bawah kepemimpinan Gubernur Gusnar Ismail dan Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie dalam meningkatkan mutu layanan kesehatan.
“Ini bukan sekadar angka di atas kertas, tetapi bukti nyata komitmen bersama dalam melindungi masyarakat dari ancaman malaria. Kami akan terus menjaga standar ini dan tidak akan lengah,” tegas Anang.
Dengan hasil tersebut, Gorontalo kini menjadi rujukan nasional dalam pelaksanaan program eliminasi malaria. Prestasi ini sekaligus memperkuat keyakinan bahwa target Indonesia bebas malaria dapat diwujudkan melalui sistem pelaporan yang tertib, respons penanganan yang cepat, serta dukungan aktif masyarakat.














