Kontras.id, (Sangihe) – Masyarakat di Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) diimbau untuk bersiap menghadapi gangguan komunikasi massal.
Layanan telekomunikasi dan informasi di dua wilayah tersebut dipastikan akan mengalami gangguan hingga putus total selama sembilan hari, mulai 16 hingga 24 April 2026.
Gangguan ini terjadi akibat perbaikan kerusakan kabel serat optik bawah laut (submarine fiber cut) pada jaringan Palapa Ring Tengah, tepatnya di segmen Tahuna–Melonguane yang dikelola oleh BAKTI Kominfo.
Berdasarkan surat resmi bernomor 136/BAKTI.31/PI.02.01/03/2026 yang ditandatangani Direktur Utama BAKTI, Fadhilah Mathar, langkah perbaikan ini dilakukan secara parsial (partial cut). Upaya tersebut bertujuan mencegah kerusakan yang lebih parah sekaligus menjaga kualitas layanan telekomunikasi di masa mendatang.
“Terdapat aktivitas krusial Restoration/Marine Operation pada tanggal 16-24 April 2026 yang akan menyebabkan layanan di kedua kabupaten putus layanan sementara,” tulis pernyataan resmi tersebut yang diterima Kontras.id, Jumat 27/03/2026.
Pengerjaan teknis perbaikan akan dilaksanakan oleh PT Len Telekomunikasi Indonesia. BAKTI juga telah menyampaikan pemberitahuan resmi kepada Bupati, Dandim, dan Kapolres di wilayah terdampak, serta menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan.
Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Dinas (Kadis) Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Kepulauan Sangihe, Ronald Lumiu memastikan pihaknya telah menerima informasi resmi dan mulai melakukan langkah antisipasi untuk meminimalkan dampak gangguan.
“Saat ini sudah ada pemberitahuan resmi, jadi beban puncak gangguan ada di tanggal 16-24 April 2026. Dinas Kominfo sudah meneruskan pemberitahuan ini ke pihak Telkomsel untuk mengantisipasi dampak risiko melalui pengaktifan sistem radiostation atau radiosystem (radiolink),” ujar Ronald.
Meski telah dilakukan pengalihan ke sistem radio sebagai solusi sementara, masyarakat tetap diimbau untuk bersiap. Hal ini karena kapasitas jaringan cadangan diperkirakan tidak sebesar jaringan serat optik utama.














