Kontras.id, (Gorontalo) – Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi menghadiri Festival Gebyar Qunut yang digelar dalam rangka Semarak Ramadhan 1447 Hijriah / 2026 Masehi. Kegiatan tersebut dipusatkan di Lapangan Porbat Batudaa, Desa Payunga, Kecamatan Batudaa, Jumat 06/03/2026.
Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Gorontalo itu sekaligus memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan tradisi Malam Qunut yang selama ini terus dipertahankan oleh masyarakat setempat sebagai bagian dari budaya lokal yang sudah berlangsung puluhan tahun.
Dalam sambutannya, Sofyan Puhi menyampaikan apresiasi kepada warga Batudaa dan seluruh panitia yang secara konsisten menjaga tradisi tersebut agar tetap hidup hingga sekarang.
“Ini merupakan tradisi yang sampai saat ini kita jaga dengan baik dan terus kita lestarikan. Tradisi ini sudah berjalan puluhan tahun, mungkin sekitar 40 tahun lamanya dan merupakan khazanah budaya Gorontalo yang khas di Batudaa,” ujar Sofyan.
Ia menegaskan, pemerintah daerah berkewajiban menjaga serta memastikan keberlanjutan tradisi Malam Qunut agar tetap menjadi bagian penting dari identitas budaya masyarakat Gorontalo.
Pada kesempatan itu, Sofyan juga menyampaikan kabar mengenai langkah penguatan legalitas tradisi tersebut agar mendapat pengakuan resmi sebagai kekayaan budaya daerah.
“Tadi Pak Camat menyampaikan bahwa insyaallah Lembaga Bahasa Provinsi Gorontalo akan mematenkan tradisi ini. Hal tersebut dilakukan agar Malam Qunut memiliki momentum tersendiri dan menjadi bagian resmi dari pelestarian budaya daerah,” kata Sofyan.
Menurut Sofyan, penyelenggaraan sejumlah agenda budaya sempat terdampak kebijakan efisiensi fiskal daerah. Meski demikian, pemerintah tetap berupaya mencari berbagai peluang agar Festival Gebyar Qunut bisa terus digelar secara berkelanjutan.
“Kami akan terus mencari peluang melalui pos anggaran yang tersedia, baik di tingkat kabupaten, provinsi, maupun pusat. Kita ingin tradisi ini terus mendapat dukungan setiap tahunnya,” tegas Sofyan.
Festival yang digelar pada malam ke-16 Ramadan itu berlangsung meriah dan dihadiri sejumlah unsur Forkopimcam Batudaa, mulai dari Kapolsek, Danramil, Camat Batudaa bersama jajaran, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Gorontalo Maryam Sofyan Puhi, hingga para kepala desa.
Sofyan Puhi mengajak masyarakat untuk memanfaatkan sisa bulan Ramadhan dengan meningkatkan ibadah serta memperkuat kebersamaan. Ia berharap tradisi Malam Qunut tidak hanya menjadi kegiatan budaya, tetapi juga mempererat nilai spiritual dan sosial di tengah masyarakat Gorontalo.














