Kontras.id, (Gorontalo) – Memasuki Ramadhan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gorontalo bersama jajaran Polres Gorontalo memperkuat kolaborasi sosial melalui pelaksanaan Pasar Murah Bersubsidi (Paras ST). Program ini digelar di kecamatan ke-12 dari total 19 kecamatan yang menjadi sasaran kegiatan sepanjang Ramadan, Rabu 04/03/2026.
Kegiatan tersebut difokuskan untuk membantu warga memperoleh bahan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih ringan dibandingkan harga pasar. Empat komoditas utama disiapkan dengan subsidi pemerintah, sehingga masyarakat bisa memenuhi kebutuhan sahur dan berbuka tanpa terbebani lonjakan harga.
Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, menegaskan bahwa pasar murah ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap kondisi ekonomi warga.
“Kami menyadari masih banyak masyarakat Kabupaten Gorontalo membutuhkan terhadap dukungan pemerintah daerah atas ketersedian bahan dasar pangan,”ujar Sofyan.
Ia menambahkan, melalui program Paras ST, pemerintah berupaya menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan ketersediaan pangan tetap aman selama Ramadhan.
“Kami berharap masyarakat kabupaten gorontalo dapat memanfaatkan program ini dengan sebaik-baiknya.” kata Sofyan.
Tak hanya menyediakan bahan pokok murah, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pelayanan kesehatan cuma-cuma. Tenaga medis dari Puskesmas Limboto diterjunkan langsung untuk memberikan pemeriksaan kesehatan bagi warga yang hadir di lokasi pasar murah.
Sofyan menekankan bahwa kegiatan ini dirancang agar manfaatnya dirasakan secara menyeluruh, baik dari sisi ekonomi maupun kesehatan masyarakat.
“Kami ingin memastikan masyarakat tidak hanya terbantu secara ekonomi dengan pangan murah, tetapi juga mendapatkan akses kesehatan yang mudah,” ujar sofyan.
Sementara itu, Kapolres Gorontalo, Ki Ide Bagus Tri menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terbangun antara pemerintah daerah dan kepolisian dalam pelaksanaan pasar murah di lingkungan Polres Gorontalo.
Secara keseluruhan, langkah bersama ini menjadi bagian dari strategi menjaga daya beli masyarakat sekaligus mengendalikan inflasi daerah selama bulan suci Ramadhan.














