Kontras.id, (Bolmut) – Kebakaran melanda SMP Negeri 7 Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) yang berlokasi di Desa Minanga, Kecamatan Bintauna, Minggu 18 Januari 2026 malam.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 18.20 WITA. Warga sekitar yang melihat kobaran api langsung berhamburan ke lokasi setelah api terlihat dari bagian atas bangunan sekolah dan memicu kepanikan.
Menurut warga, api pertama kali terlihat muncul dari bagian atap bangunan sekolah sebelum membesar dan menghanguskan sebagian fasilitas, khususnya ruang Dewan Guru.
“Api terlihat dari atap bangunan sekolah,” ujar Meri Pakaya keada Kontras.id.
Melihat api mulai membesar, warga berinisiatif melakukan evakuasi barang-barang di dalam gedung sekolah. Fokus utama penyelamatan diarahkan ke ruang Dewan Guru yang menyimpan fasilitas dan dokumen penting. Akses ruangan terpaksa dibuka secara paksa demi mempercepat evakuasi.
Di saat bersamaan, warga juga melakukan pemadaman awal dengan alat seadanya. Air ditimba dari sumur dan peralatan sekitar dimanfaatkan untuk menahan api agar tidak merambat lebih luas.
Warga lainnya mengungkapkan bahwa api pertama kali ia lihat sekitar pukul 18.25 WITA, saat ukurannya masih kecil dan berada di atap bagian selatan bangunan.
“Api masih kecil saat pertama kali terlihat,” kata Rinto Kapu.
Menurutnya, berkat kesigapan warga, sekitar 90 persen fasilitas di ruang Dewan Guru berhasil diselamatkan sebelum api membesar. Rinto juga mengaku menjadi salah satu warga pertama yang masuk ke ruangan tersebut untuk mengamankan tabung gas LPG 3 kilogram di area dapur guna mencegah potensi ledakan.
Ia menduga, api berasal dari jalur kabel listrik di bagian atap bangunan, berdasarkan percikan api yang ia lihat di lokasi kejadian. Dugaan tersebut masih menunggu hasil penelusuran resmi pihak berwenang.
Upaya pemadaman secara mandiri akhirnya berhasil mengendalikan api sekitar pukul 20.10 WITA. Berdasarkan pantauan di lapangan, mobil Pemadam Kebakaran tiba di lokasi sekitar pukul 20.24 WITA, saat kondisi api telah padam.
Baca Juga: Breaking News: SMP Negeri 7 Bolmut Dilalap Si Jago Merah
Kepala Seksi Pencegahan Kebakaran Bolmut, Salim Eato, menjelaskan keterlambatan kedatangan petugas disebabkan oleh jarak tempuh dari ibu kota kabupaten ke lokasi kejadian yang mencapai sekitar 40 kilometer.
“Ketentuan waktu respons kami 15 menit tiba di lokasi kebakaran. Selebihnya kami hanya melakukan pendinginan dan penyiraman,” jelas Salim.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak berwenang masih melakukan penelusuran lanjutan memastikan penyebab pasti kebakaran serta menilai tingkat kerusakan bangunan sekolah yang terdampak.














