Kontras.id, (Gorontalo) – Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) ke-80 Tahun 2026 di Gorontalo diramaikan dengan berbagai agenda kreatif yang dikemas dalam PERSTAPORA 2026 oleh All Jurnalis Gorontalo.
Salah satu kegiatan yang menyedot perhatian publik adalah lomba mural bertema budaya yang digelar selama dua hari, 9–10 Februari 2026, dan dinilai pada 11 Februari 2026.
Dari hasil akumulasi nilai dewan juri, peserta nomor urut 9, Riri Sahami, keluar sebagai peraih Juara I dengan total skor 265. Posisi kedua ditempati I Kadek Sarasmika dengan skor 256, disusul Irwan Yasin di peringkat ketiga dengan skor 255.
Kompetisi ini mengusung tema budaya untuk mendorong para peserta menampilkan karya yang mencerminkan kekayaan tradisi, nilai kearifan lokal, serta jati diri daerah. Setiap mural dituntut tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memiliki muatan edukatif dan pesan yang kuat.
Riri Sahami menyampaikan rasa syukurnya atas kemenangan tersebut. Ia menjelaskan bahwa konsep muralnya memadukan simbol budaya lokal dengan peran strategis pers dalam menjaga eksistensi kebudayaan di era modern.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur bisa meraih juara pertama. Saya mencoba mengangkat unsur budaya sebagai identitas daerah, sekaligus menggambarkan bagaimana pers ikut berperan dalam melestarikan dan menyuarakan kebudayaan kepada masyarakat luas,” ujar Riri.
Koordinator Pelaksana Mural PERSTAPORA 2026, Tuken, menegaskan bahwa lomba ini menjadi wadah ekspresi bagi generasi muda untuk berkontribusi dalam peringatan HPN melalui karya seni.
“Tema budaya kami pilih agar peserta bisa mengeksplorasi kekayaan lokal Gorontalo. Pers juga memiliki peran penting dalam menjaga dan mempublikasikan budaya daerah agar tetap dikenal dan dihargai,” kata Tuken.
Baca Juga: HPN 2026, Jurnalis Gorontalo Warnai Taman Budaya Lewat Mural
Salah satu juri, Haris S. Tome yang juga menjabat sebagai Asisten III, memaparkan bahwa penilaian dilakukan secara menyeluruh, meliputi kesesuaian dengan tema, kreativitas ide, teknik pengerjaan, komposisi warna, hingga kekuatan pesan budaya yang disampaikan dalam karya.
“Peserta mampu menerjemahkan tema budaya dengan sangat baik. Tidak hanya menonjolkan estetika, tetapi juga menghadirkan pesan yang kuat tentang identitas dan kearifan lokal,” ujar Haris.
Melalui ajang ini, PERSTAPORA 2026 diharapkan mampu memperkuat kolaborasi antara insan pers, pelaku seni, dan masyarakat dalam menyemarakkan HPN ke-80 sekaligus meneguhkan komitmen menjaga warisan budaya Gorontalo.














