Example floating
Example floating
DaerahHeadlinePeristiwa

Abrasi Pantai Busisingo Utara Bolmut Ancam Lahan Pertanian Warga

×

Abrasi Pantai Busisingo Utara Bolmut Ancam Lahan Pertanian Warga

Sebarkan artikel ini
Kabupaten Bolmut
Tangkapan layar dari media sosial warga yang menunjukan abrasi mengganas di Pantai Busisingo Utara, Bolmut,(foto Istimewa).

Kontras.id, (Bolmut) – Abrasi pantai di Desa Busisingo Utara, Kecamatan Sangkub, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), kian mengkhawatirkan.

Setiap pasang laut menghantam daratan, puluhan hingga ratusan pohon kelapa tumbang, sementara air laut mulai merangsek masuk ke wilayah pertanian warga.

Kondisi ini direkam langsung oleh warga dan diunggah ke media sosial. Dalam video tersebut, tampak jelas air laut menggenangi area pesisir yang sebelumnya merupakan daratan produktif.

Warga menyebut kerusakan pantai terus terjadi tanpa henti, terutama di akhir tahun 2025.

“Setiap air pasang, laut menghantam daratan dan merobohkan pohon kelapa. Kalau tahun 2026 tidak diantisipasi dengan tanggul atau pemecah ombak, sawah sekitar 20 hektare pasti akan terendam air laut,” ujar warga dalam rekaman yang dilansir Kontras.id, Jumat 02/01/2025.

Abrasi pantai tidak hanya merusak garis pantai, tetapi juga mengancam sumber penghidupan warga. Areal persawahan yang berada tak jauh dari bibir pantai kini berada dalam kondisi kritis.

Jika intrusi air laut terus terjadi, lahan pertanian itu terancam berubah menjadi kawasan asin yang tak lagi bisa ditanami.

Warga mengaku sudah lama merasakan dampak abrasi, namun hingga kini belum ada penanganan konkret berupa pembangunan tanggul atau pemasangan batu alam pemecah ombak.

“Kami masyarakat hanya bisa berharap kepada pemerintah daerah, kepada Bupati dan DPRD, agar bisa memperjuangkan penanganan abrasi pantai di Busisingo Utara,” lanjut warga.

Abrasi yang terjadi bukan lagi ancaman jangka panjang, melainkan krisis nyata yang sedang berlangsung. Setiap gelombang pasang membawa kekhawatiran baru. Hilangnya lahan, rusaknya kebun kelapa, dan tergerusnya masa depan petani pesisir.

Masyarakat Busisingo Utara berharap pemerintah daerah tidak menunggu kerusakan semakin parah. Mereka mendesak adanya langkah cepat dan terukur, baik melalui pembangunan infrastruktur pengaman pantai maupun intervensi kebijakan yang berpihak pada warga pesisir.

Share:  
Example 120x600