Kontras.id, (Gorontalo) – Pengurus Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Provinsi Gorontalo mulai bergerak cepat usai pelantikan dengan menggelar rapat kerja untuk merumuskan arah organisasi dalam empat tahun ke depan. Agenda ini dipadukan dengan turnamen catur tingkat provinsi yang melibatkan utusan kabupaten dan kota sebagai bagian dari penguatan silaturahmi sekaligus pembinaan atlet.
Kegiatan berlangsung di sekretariat Percasi Provinsi Gorontalo yang kini difungsikan sebagai pusat aktivitas organisasi, termasuk pengembangan atlet dan penyelenggaraan berbagai kegiatan catur.
Ketua Percasi Provinsi Gorontalo, Beni Nento, mengungkapkan bahwa rapat kerja tersebut menitikberatkan pada tiga agenda strategis.
“Pembahasan pertama fokus konsolidasi organisasi, mengingat masa kepengurusan di tingkat kabupaten dan kota akan segera berakhir,” ujar Beni, Kamis (09/04/2026).
Ia menyebutkan, proses penataan kepengurusan sudah berjalan di beberapa daerah. Kabupaten Pohuwato telah memiliki ketua baru, sementara Kabupaten Boalemo masih dipimpin oleh karateker, dan sejumlah daerah lain masih dalam tahap pembenahan.

“Poin yang dibahas saat ini penguatan kelembagaan, ditandai dengan telah adanya kantor sekretariat Percasi Provinsi Gorontalo. Kehadiran sekretariat langsung diaktifkan melalui pelaksanaan turnamen, sebagai langkah awal menghidupkan kegiatan organisasi,” ungkap Beni.
Selain penguatan internal, Percasi Gorontalo juga mulai menyiapkan langkah menghadapi Pra Pekan Olahraga Nasional (Prapon) 2027. Salah satu strategi yang disiapkan adalah menjaring atlet potensial dari seluruh daerah untuk membentuk tim yang solid.
“Kami akan mencari atlet terbaik dari berbagai delegasi kabupaten/kota untuk mewakili Gorontalo. Mereka nantinya akan dilatih dan dibina secara berkelanjutan oleh pelatih dan wasit melalui proses seleksi,” jelas Beni.
Menurutnya, upaya pembinaan berkelanjutan menjadi kunci dalam mendongkrak prestasi catur Gorontalo di level nasional.
“Selain agenda internal daerah, Percasi Gorontalo juga bersiap menghadapi Musyawarah Nasional (Munas) Percasi yang waktunya semakin dekat,” tutur Beni.
Ia pun berharap keterbatasan anggaran tidak mengendurkan semangat pengurus dalam mengembangkan olahraga catur di daerah.
“Kami berharap walaupun dengan keterbatasan anggaran, semangat pengurus untuk mengembangkan olahraga catur tetap terjaga,” pungkasnya.








