Kontras.id, (Gorontalo) – Upaya pengembangan kawasan transmigrasi di Kabupaten Gorontalo kembali mendapat penguatan dari pemerintah pusat.
Hal ini terlihat dari kunjungan kerja Wakil Menteri (Wamen) Transmigrasi Republik Indonesia, Viva Yoga Muliadi ke Desa Bukit Aren, Kecamatan Pulubala, Rabu 08/04/2026.
Kunjungan tersebut menjadi bagian penting dalam mendorong kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah, khususnya dalam mempercepat pembangunan kawasan transmigrasi yang tidak hanya terintegrasi, tetapi juga mampu meningkatkan produktivitas serta keberlanjutan ekonomi masyarakat.
Wakil Bupati (Wabup) Gorontalo, Tonny S. Junus menegaskan bahwa daerahnya memiliki peluang besar dalam mengembangkan kawasan transmigrasi berbasis potensi unggulan. Sektor seperti pertanian, perkebunan, hingga penguatan ekonomi masyarakat dinilai menjadi fondasi utama dalam mendorong pertumbuhan wilayah.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat, khususnya Kementerian Transmigrasi, atas komitmen dalam mendukung pembangunan di kawasan tersebut.
“Dukungan anggaran dari APBN, khususnya pada tahun 2025 yang mencapai lebih dari Rp4,4 miliar, telah memberikan dampak signifikan bagi kemajuan kawasan transmigrasi di Kabupaten Gorontalo,” ujar Tonny.
Anggaran tersebut dimanfaatkan untuk berbagai program prioritas, mulai dari pembangunan dan peningkatan infrastruktur jalan, perbaikan fasilitas pendidikan, pembangunan toilet sekolah, hingga pembenahan sarana umum lainnya. Program ini dinilai berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Pemerintah daerah memandang dukungan tersebut sebagai bentuk keberpihakan nyata pemerintah pusat terhadap daerah, sekaligus menjadi pendorong percepatan pembangunan kawasan transmigrasi yang lebih mandiri dan kompetitif.
“Pulubala menjadi bukti nyata bahwa kawasan transmigrasi tidak lagi hanya berfungsi sebagai permukiman, tetapi telah tumbuh menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang terus berkembang,” kata Tonny.
Wilayah transmigrasi di Kecamatan Pulubala sendiri mencakup area sekitar 6.607 hektare yang meliputi UPT Puncak, UPT Ayumolingo, serta UPT Bukit Aren. Sepanjang tahun 2025, pembangunan infrastruktur terus dilakukan untuk memperkuat konektivitas dan menunjang aktivitas ekonomi warga.
Dalam agenda tersebut, Wakil Menteri Transmigrasi turut meninjau langsung kondisi lapangan, termasuk fasilitas pendukung ekonomi masyarakat. Kehadirannya disambut antusias oleh warga, sekaligus menjadi bukti bahwa perhatian pemerintah pusat terhadap pembangunan daerah terus diperkuat.














