Example floating
Example floating
AdvertorialDaerahKesehatan

Diikuti 190 Peserta, Dinkes P2KB Gorontalo Perkuat Sistem dan Perbekalan Kesehatan

×

Diikuti 190 Peserta, Dinkes P2KB Gorontalo Perkuat Sistem dan Perbekalan Kesehatan

Sebarkan artikel ini
Dinkes P2KB Gorontalo
Foto bersama peserta usai kegiatan Penguatan Sistem Informasi Kesehatan Nasional dan Perbekalan Kesehatan di Kota Gorontalo. (Foto: istimewa)

Kontras.id, (Kota Gorontalo) – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo menggelar Pertemuan Penguatan Sistem Informasi Kesehatan Nasional – Perbekalan Kesehatan selama dua hari, mulai Selasa (31/03/2026) hingga Rabu (01/04/2026), di Yulia Hotel, Kota Gorontalo.

Kegiatan ini diikuti sebanyak 190 peserta, terdiri dari 95 peserta yang hadir secara luring dan 95 peserta secara daring. Peserta berasal dari Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo sebanyak 29 orang, Dinas Kesehatan kabupaten/kota sebanyak 66 orang, serta petugas farmasi puskesmas sebanyak 95 orang.

Kepala Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo, Dr. dr. Anang S. Otoluwa, MPPM., menegaskan bahwa perbekalan kesehatan memiliki peran krusial dalam mendukung program prioritas kesehatan nasional. Hal itu disampaikannya usai membuka kegiatan tersebut.

Menurutnya, ketersediaan obat yang tepat waktu dan dalam kondisi siap pakai menjadi faktor utama dalam menunjang pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

“Yang paling penting adalah obat semua tersedia yang dibutuhkan sesuai dengan waktu dibutuhkan dan juga dia punya kemasan ataupun kondisi diharapkan dalam keadaan yang siap,” kata Anang.

Ia menekankan pentingnya perencanaan yang matang serta komunikasi yang efektif antara pengelola program dan petugas di lapangan untuk mencegah terjadinya kekurangan obat.

“Pertama perencanaan agar dilakukan perencanaan sebaik-baiknya, kemudian untuk pengelola program juga memberikan informasi terkait dengan ketersediaan obat di lapangan agar jangan sampai terjadi kelangkaan atau kekurangan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Anang menyampaikan bahwa secara umum kesiapan sumber daya manusia kesehatan serta fasilitas pendukung dalam pengelolaan dan distribusi perbekalan kesehatan di Gorontalo sudah berada dalam kondisi yang baik, namun tetap perlu dioptimalkan.

“Saya kira tidak ada masalah, sudah sangat baik, tinggal dimaksimalkan agar bisa sampai paling bagus 100 persen,” pungkasnya.

Pertemuan ini menghadirkan narasumber dari Direktorat Pengelolaan dan Pelayanan Kefarmasian Kementerian Kesehatan Republik Indonesia serta Konsultan SMILE UNDP. Kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat pemanfaatan sistem informasi kesehatan, khususnya dalam pengelolaan logistik dan perbekalan kesehatan secara terintegrasi, guna meningkatkan ketersediaan, pemerataan, dan keterjangkauan obat di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan.

Share:  
Example 120x600