Kontras.id, (Gorontalo) -Pemerintah Kabupaten Gorontalo melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Gorontalo kembali menggelar Pasar Murah Bersubsidi (Paras ST) Tahun 2026, Selasa 24/02/2026.
Kegiatan ini dilaksanakan di Kecamatan Telaga Biru dan Asparaga sebagai bagian dari upaya menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok selama Ramadhan.
Program tersebut sekaligus menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta mempertahankan daya beli masyarakat di tengah potensi kenaikan harga bahan pangan.
Kepala Dinas Perindag Kabupaten Gorontalo, Viktor Asiku, menyampaikan bahwa kegiatan Paras ST merupakan bentuk intervensi pemerintah dalam pengendalian inflasi daerah, khususnya pada komoditas pokok yang sering mengalami fluktuasi harga menjelang dan selama bulan suci.
Dalam pelaksanaannya, Disperindag menyiapkan sekitar 1.000 kupon subsidi yang dapat dimanfaatkan warga untuk memperoleh paket sembako dengan harga tebus sebesar Rp60 ribu per paket.
“Komoditas yang disediakan meliputi barang kebutuhan mendesak seperti beras, minyak goreng, bawang merah, hingga cabai rawit. Seluruh bahan pokok tersebut dijual dengan harga di bawah standar pasar tradisional berkat subsidi yang ditanggung oleh pemerintah daerah,” ungkap Victor.
Ia mengatakan, pelaksanaan Pasar Murah Bersubsidi (Paras ST) tahun ini menjangkau 19 kecamatan di Kabupaten Gorontalo, berbeda dengan pola distribusi tahun sebelumnya.
Sebagai informasi, kegiatan Paras ST dijadwalkan berlanjut pada Rabu, 25 Februari 2026, untuk wilayah Telaga dan Tolangohula.














