Kontras.id, (Gorontalo) – Kejuaraan sepak bola Wali Kota Cup yang digelar beberapa waktu lalu memang telah selesai. Dari ajang tersebut, hanya sejumlah tim yang berhasil meraih gelar juara.
Namun, hasil akhir turnamen tidak lantas meredupkan semangat para pemain muda, khususnya kelompok usia 10 hingga 16 tahun, untuk terus berlatih dan meningkatkan kemampuan mereka.
Pantauan di Lapangan Kompi D Liluwo, Kota Gorontalo, Selasa 03/02/2026, menunjukkan aktivitas latihan rutin tim sepak bola Gorontalo United (GU) tetap berlangsung normal. Sesi latihan tampak berjalan dinamis dengan suasana penuh semangat dan keceriaan.
Di bawah terik matahari, para pemain muda terlihat antusias mengikuti setiap instruksi pelatih. Kesungguhan anak-anak dalam berlatih mencerminkan komitmen mereka untuk terus berkembang, meski kompetisi yang diikuti telah berakhir.
Pelatih Gorontalo United, Saprin Doe, menegaskan bahwa turnamen tidak seharusnya dijadikan satu-satunya indikator keberhasilan tim. Pria yang akrab disapa Kep Orin itu menilai, ajang kejuaraan justru lebih penting sebagai sarana pembentukan mental dan penambah jam terbang bertanding bagi pemain usia dini.
“Turnamen memang penting, tapi bukan satu-satunya tolok ukur. Menang atau kalah itu hal biasa dalam kompetisi. Yang terpenting, anak-anak mendapatkan pengalaman dan mental mereka terlatih saat menghadapi pertandingan,” ujar Orin.
Ia menjelaskan, dengan rutin mengikuti berbagai turnamen, para pemain akan terbiasa menghadapi tekanan, mampu membangun rasa percaya diri, serta memahami nilai-nilai sportivitas di dalam maupun di luar lapangan.
Lebih jauh, Orin optimistis Gorontalo United mampu melahirkan pesepak bola muda yang benar-benar berorientasi pada kualitas. Menurutnya, pembinaan yang diterapkan tidak hanya menitikberatkan pada kekuatan fisik, tetapi juga penguasaan teknik dasar, pemahaman taktik, dan pembentukan karakter pemain.
“Keberhasilan yang kami inginkan itu bukan sekadar juara turnamen. Kami ingin melahirkan pemain yang punya kualitas, bukan asal main mengandalkan otot dan fisik. Jadi kalau kalah di satu turnamen, itu hal yang wajar,” tegas Orin.
Melalui pola pembinaan yang berkelanjutan, Gorontalo United menargetkan dapat mencetak bibit-bibit pesepak bola yang tidak hanya tangguh secara teknis, tetapi juga memiliki mental kuat untuk bersaing di level yang lebih tinggi pada masa mendatang.














