Kontras.id, (Gorontalo) – Komisi II DPRD Kabupaten Gorontalo turun langsung meninjau aktivitas para pedagang di Pasar Modern Limboto (Pasmolim), Selasa (03/02/2026). Kunjungan lapangan ini dilakukan sebagai respons atas keluhan pedagang terkait besarnya retribusi yang dinilai memberatkan.
Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Gorontalo, Rizal Baja menjelaskan bahwa peninjauan tersebut merupakan tindak lanjut atas aspirasi pedagang yang mengeluhkan kondisi usaha di tengah tekanan ekonomi dan menurunnya daya beli masyarakat.
“Di tengah ekonomi yang lagi sulit, dan daya beli masyarakat yang lagi rendah, mereka (pedagang) meminta agar retribusi bisa diturunkan,” jelas Rizal kepada Kontras.id.
Dalam kunjungan itu, Komisi II DPRD Kabupaten Gorontalo turut didampingi oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag). Dari hasil pantauan lapangan, ditemukan cukup banyak lapak pedagang yang tidak lagi aktif beroperasi.
“Jadi kami datang tadi meminta untuk ditampingi oleh Dinas Peringindang. Hasilnya banyak lapak-lapak yang tidak aktif. Insya Allah kami akan menindaklajuti hasil kunjungan kami,” kata Ketua Fraksi PKS itu.
Baca Juga: Fraksi PKS Desak TAPD Beri Dukungan Anggaran untuk OPD Memiliki Sumber PAD
Rizal menambahkan, Komisi II DPRD Kabupaten Gorontalo berencana menggelar rapat bersama sejumlah instansi terkait, di antaranya Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Perindag, serta Asosiasi Pedagang Pasmolim. Rapat tersebut akan difokuskan pada pembahasan evaluasi besaran retribusi yang selama ini dikeluhkan pedagang.
“Kita akan gelar rapat bersama dinas terkait untuk membahas retribusi yang membebani masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang lagi belum stabil,” tandas Rizal.














