Kontras.id, (Bolmut) – Bahasa daerah bukan sekadar alat komunikasi, melainkan juga identitas, sejarah, dan kebudayaan bangsa yang wajib dilestarikan. Hal itu menjadi penegasan penting dalam Seminar dan Lokakarya (Semiloka) Penyusunan Kamus Dwibahasa Indonesia–Bintauna yang resmi ditutup dengan menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis.
Bahasa Bintauna sendiri dipandang sebagai warisan leluhur yang menyimpan nilai historis, kultural, dan filosofis. Karena itu, penyusunan kamus dwibahasa ini dianggap sebagai langkah sistematis untuk mendokumentasikan, melestarikan, sekaligus mewariskannya kepada generasi mendatang.
“Penyusunan Kamus Dwibahasa Indonesia–Bintauna bukan hanya soal terjemahan, tetapi soal jati diri masyarakat Bintauna dalam kerangka kebangsaan Indonesia,” tegas salah satu peserta forum.
Baca Juga: Bupati Bolmut Dukung Semiloka Penyusunan Kamus Bahasa Bintauna
Dalam pleno kelompok diskusi, peserta menyepakati struktur entri, padanan leksikal, serta format kamus agar lebih berterima dan mudah digunakan. Tidak hanya itu, saran dan masukan juga datang dari para praktisi bahasa serta masyarakat yang merupakan penutur asli Bintauna.
Forum ini menekankan pentingnya keberlanjutan program, mulai dari penerbitan kamus dalam bentuk cetak maupun digital, integrasi ke dunia pendidikan, hingga penguatan kolaborasi lintas sektor.
Baca Juga: Seminar dan Lokakarya Kamus Dwibahasa Indonesia-Bintauna Siap Digelar di Bolmut
Beberapa poin penting yang disepakati antara lain:
Perlunya petunjuk penggunaan kamus yang menjelaskan struktur bahasa Bintauna. Konsistensi format penulisan setiap lema dan sub-lema. Pengecekan ulang terhadap pemadanan kata dari bahasa Indonesia ke dalam bahasa Bintauna. Penyuntingan lanjutan oleh Tim Penyusun berdasarkan hasil verifikasi data dari peserta semiloka.
Tahap berikutnya, Kamus Dwibahasa Indonesia–Bintauna akan masuk ke proses penyuntingan internal sebelum dicetak dan diterbitkan.
Baca Juga: Bahasa Bintauna Dibumikan Lewat Kamus Dwi Bahasa
Semiloka ini resmi ditutup dengan keputusan bahwa seluruh rekomendasi akan ditindaklanjuti melalui kerja teknis lanjutan oleh tim penyusun. Dengan demikian, upaya pelestarian bahasa Bintauna mendapat pijakan kokoh untuk berkembang tidak hanya sebagai warisan, tetapi juga sebagai bagian integral dari pembangunan kebudayaan bangsa.
Bahasa daerah diyakini menjadi penopang keberagaman Indonesia. Melalui kamus ini, bahasa Bintauna tidak hanya terdokumentasi, tetapi juga diperluas aksesnya bagi masyarakat luas.