Example floating
Example floating
DaerahPemerintahan

Bahasa Bintauna Dibumikan Lewat Kamus Dwi Bahasa

×

Bahasa Bintauna Dibumikan Lewat Kamus Dwi Bahasa

Sebarkan artikel ini
Bahasa Bintauna
Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Bolmut, Abdul Muto Dg Mulisa saat membuka Semiloka Kamus Dwi Bahasa Indonesia–Bintauna di SMPN 3 Bolmut,(foto Istimewa).

Kontras id, (Bolmut) – Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) melalui Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Hi. Abdul Muto Dg Mulisa, S.Pd., MM, secara resmi membuka Seminar dan Lokakarya Kamus Dwi Bahasa Indonesia–Bintauna di SMP Negeri 3 Bolmut, Sabtu 30/08/2025.

Acara ini diawali dengan prosesi adat, pembunyian alat musik Kulintango, serta tarian penjemputan tamu Sonsoma, yang menghadirkan nuansa sakral sekaligus menggugah ingatan kolektif masyarakat akan kekayaan budaya Bintauna.

Dalam sambutannya, Abdul Muto menekankan bahwa bahasa bukan sekadar instrumen komunikasi, melainkan jembatan peradaban yang merekatkan masa lalu, masa kini, dan masa depan sebuah bangsa.

“Bagi kami, masyarakat Bolmut, bahasa Bintauna bukan hanya alat komunikasi, melainkan cermin jiwa leluhur dan cahaya peradaban yang diwariskan untuk anak cucu kita,” ujarnya.

Ia menegaskan, ketika sebuah bahasa punah, maka hilang pula doa, nasihat, serta nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya.

“Barangsiapa menjaga warisan ilmu dan budaya, sesungguhnya ia sedang membangun jalan menuju keabadian bangsa,” tambahnya penuh makna.

Lebih jauh, Abdul Muto menyampaikan penghargaan yang tinggi kepada panitia semiloka serta tim penyusun kamus. Menurutnya, kerja-kerja pelestarian bahasa daerah adalah bentuk nyata dari menjaga warisan budaya yang tak ternilai.

“Atas nama Pemerintah Daerah, kami sampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh panitia, tim penyusun kamus, serta semua pihak yang telah bekerja keras demi terselenggaranya kegiatan penting ini,” ungkapnya.

Acara tersebut turut dihadiri perwakilan Balai Bahasa Sulut Nurul Qomaria, S.Pd., M.Hum, Kepala Dinas Pendidikan Bolmut Fadly T. Usup, Camat Bintauna Sarwo Edy Posangi, M.Si, tokoh masyarakat Murianto Babay, Sekretaris Kecamatan Arif Djahala, M.Si, serta sejumlah organisasi kepemudaan.

Kehadiran berbagai unsur ini menandai bahwa upaya melestarikan bahasa daerah tidak hanya menjadi tugas akademisi, tetapi juga tanggung jawab kolektif lintas sektor.

Seminar dan Lokakarya Kamus Dwi Bahasa Indonesia–Bintauna ini bukan hanya forum ilmiah, melainkan juga momentum reflektif untuk menyadarkan publik bahwa bahasa adalah identitas, ingatan, sekaligus warisan peradaban.

Dengan adanya kamus ini, diharapkan generasi muda Bolmut dapat terus merawat bahasa Bintauna, sehingga tidak tergilas oleh arus globalisasi.

Share:  
Example 120x600